"Kesepian"
Aku menjadi sebait puisi yang kesepian
Semakin ku coba bernyanyi, kian sesak hatiku
Sabda-sabda Cintaku kini serasa tak berwarna lagi
Adalah ketika yang kusanjung tak meu lagi memahami arti bahasa
Tak kusalahkan Cinta
Aku pun seperti berdansa dengan hantu-hantu
Tanpa rindu..
Tanpa Cinta..
Tanpa Drama..
Hampa.. :"
"Masih adakah aku diruang hatimu"
Ketika jendela terbuka
Sinar Matahari mencubit manja kulit wajahku
Membelaimu halus selembar nyawaku
Setetes embun kujilat
Ssejuk mersasuk memberikan satu kedamaian
Rumput ranun bersenda gurau dengan sang bayu
Mereka seakan sedang tersenyum padaku
Aku hidup di episode yang baru
Memeiliki dialog baru yang kuyakin lebih indah dari yang dulu
Aku bermain di atas kuntum rindu yang besarnya tak terkira
Kutanya padamu embun..
Benarkah Dia Mencintaiku atau hanya akan Mempermainkanku?
Kutanya kepadamu awan..
Benarkah Dia malaikat lucu yang akan jadi penghias kesunyianku?
Terakhir kutanya padamu CintaaKU..
Adakah satu ruang di sudut hatimu untukku yang mendambamu?
0 Response to "Puisi dalam Novel "Ketika Tuhan Jatuh Cinta""
Posting Komentar